Selasa, 29 Oktober 2013

"Hadiah Terindah"




Bisa saya melihat bayi saya?" Pinta
ibu yang baru melahirkan anaknya,
saat bayi diberikan kepadanya.
Sesuatu yang mengagetkan terjadi,
bayi dalam gendongan itu dilahirkan
tanpa kedua belah daun telinga! Meski begitu si ibu tetap menimang sayang
bayinya.. Waktu membuktikan, meski terlihat
aneh dan buruk, pendengaran anak
itu bekerja dengan sempurna dan
dengan kasih sayang dan dorongan
semangat orang tuanya, ia menjadi
pemuda tampan yang cerdas, serta pandai bergaul sehingga disukai
teman-temannya. Ia juga
mengembangkan bakat di bidang
musik sehingga tumbuh menjadi
remaja pria yang disegani.

Suatu hari ayah lelaki itu bertemu
dengan seorang dokter bedah hebat.
"Saya bisa memindahkan sepasang
daun telinga untuk putra bapak, tetapi
harus ada seseorang yang bersedia
mendonorkan daun telinganya," kata sang dokter.

Maka orangtua lelaki itu
mulai mencari, siapa yang mau
mendonorkan daun telinganya
kepada anak mereka.. Beberapa bulan sudah berlalu, tibalah
saatnya mereka memanggil anak
lelaki itu, "Nak, seseorang yang tidak
ingin dikenal telah bersedia
mendonorkan daun telingannya
kepadamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk
operasi, namun semua ini sangatlah
rahasia," kata si ayah.

Operasi berjalan dengan sukses,
wajahnya yang tampan, ditambah
kini sudah punya daun telinga
membuat ia terlihat menawan.
Ditambah bakat musiknya, dia makin
disegani dan mampu meraih menerima banyak penghargaan dari
sekolahnya. Kecerdasannya
kemudian membuat ia diterima
bekerja sebagai diplomat.

Singkat
kata, ia sangat ingin berterimakasih
kepada orang yang mendonorkan daun telinga. "Aku harus mengetahui, siapa yang
telah bersedia mengorbankan ini
semua kepadaku, ia telah berbuat
sesuatu yang besar, namun aku sama
sekali belum membalas
kebaikannya," kata si anak, pada ayahnya. "Ayah yakin kau tidak bisa membalas
kebaikan hati orang yang telah
memberikan daun telinga itu."

Setelah terdiam sesaat, ayahnya
melanjutkan, "Sesuai dengan
perjanjian, belum saatnya bagimu
untuk mengetahui semua rahasia ini.

Tahun berganti rahasia tetap
tersimpan rapi, hingga suatu hari
sesuatu yang menyedihkan bagi
keluarga itu terjadi. Pada hari itu, ayah dan anak lelaki itu
berdiri di tepi peti jenazah ibunya
yang baru saja meninggal. Dengan
perlahan ayah membelai rambut ibu
yang terbujur kaku lalu
menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak terjadi. Ternyata
si ibu tidak memiliki daun telinga. "Ibumu pernah berkata bahwa ia
senang sekali bisa memanjangkan
rambutnya dan tak seorangpun
menyadari bahwa ia telah kehilangan
sedikit kecantikannya kan?" Melihat kenyataan bahwa daun
telinga ibunya yang didonorkan,
meledaklah tangis si anak. Ia
merasakan bahwa cinta sejati
ibunyalah yang membuat ia bisa
seperti saat ini.



Cinta sejati tidak terletak pada apa
yang telah dikerjakan dan diketahui
namun pada apa yang telah
dikerjakan tapi tidak diketahui. Kisah
pengorbanan ibu tadi adalah wujud
sebuah cinta sejati yang tidak bisa dinilai dan digantikan dengan
apapun. Inilah makna sesungguhnya
dari sebuah cinta yang murni, cinta
seorang ibu kepada anaknya tanpa
pamrih. Mari tebarkan cinta dengan ketulusan
dan keikhlasan, maka kita akan
menemukan kebahagiaan sejati.

salam kasih sahabat

''Sebuah Titik Hitam''










Seorang wanita muda duduk merenungi hidupnya yang menurutnya datar-datar saja, tidak ada yang istimewa ataupun yang layak disyukuri.





Semakin kuat ia berusaha mengubah keadaan, semakin sering ia kecewa. Ia


merasa memiliki banyak kekurangan dan masalah. Ia tak tahu harus memulai dari mana, hingga suatu saat seorang sahabat datang padanya. Sahabat itu membawa selembar kertas putih kosong dan bertanya pada wanita muda,


“Apa yang kau lihat?”





Mengernyitkan dahi, wanita itu menjawab lirih,


“Tidak melihat apa- apa, hanya kertas kosong berwarna putih.”





Sang Sahabat kemudian mengambil spidol hitam dan membuat satu titik ditengah kertasnya. Kemudian ia kembali bertanya pada wanita muda,


“Aku telah membuat sebuah titik hitam diatas kertas ini. Apa yang kamu


lihat sekarang?”





“Apa lagi? Ya satu titik hitam,” jawabnya cepat.





“Ayolah, kawan, pastikan lagi!” Tegas sahabatnya.





“Titik hitam,” jawab wanita muda itu dengan sangat yakin.





“Kawan,” kata sang Sahabat, “sekarang aku tahu penyebab masalahmu. Coba ubah sudut pandangmu. Yang kulihat bukan titik hitam, tapi sebuah kertas putih dengan satu noda kecil didalamnya.


Aku melihat lebih banyak warna putih. Sedangkan kau hanya melihat hitamnya saja, dan hitam itu hanya setitik, kawan.”





Bila kita selalu melihat titik hitam yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan, maka hal-hal itulah yang akan selalu mengganggu pikiran kita dalam menjalani hidup. Bukankah begitu banyak anugerah yang diberikan Tuhan? Melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang lengkap dan sehat, serta begitu banyak kebaikan lainnya. Inilah mengapa betapa mudahnya melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain pada kita.





Inilah mengapa begitu mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kita sendiri lupa kelemahan dan kekurangan kita. Inilah mengapa sangat mudah untuk menyalahkan Tuhan atas kesusahan dalam hidupmu, padahal begitu besar anugerah dan karunia yang lebih layak untuk disyukuri. Dan inilah mengapa terlalu banyak pribadi diantara kita yang menyesali hidup, padahal lebih banyak kebahagiaan yang telah diciptakan untuk kita.





"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."


(1 Tesalonika 5:18).








^___^' SEMANGADDD !!

"Kisah sebuah Benih"




Suatu kali, ada sebuah benih yang tercecer dan tidak dipedulikan orang. Karena merasa rendah diri, benih itu menganggap dirinya tidak penting.

Hingga suatu hari, angin kencang datang dan membuat benih itu terbang – dia tidak tahu akan dibawa kemana – lalu tiba- tiba ia dilemparkan tanpa ampun ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari.

Dia merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari; kadang gerimis dan kadang hujan deras.

Sementara waktu berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”

“Apa yang kamu bicarakan?” benih itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok- olok dirinya.
Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.

“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.

“Ini aku, Benih..”

“Benih?” Pria itu melihat pohon raksasa itu.
“Apa kamu bercanda? Kamu bukan benih. Kamu pohon. Sebuah pohon raksasa!”

“Benarkah?”

“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”

”Untuk apa mereka datang kesini?”
”Untuk berasakan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”

Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat benih itu sadar siapa dirinya sekarang. Benih itu sekarang telah menjadi sebuah pohon raksasa. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya.

Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya. “Oh! Itu artinya aku bukan benih kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap benih yang telah menjadi sebuah pohon raksasa itu.

Tahukah Anda, kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya dimasa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang. Ingatlah bahwa hidup Anda lebih berharga dari ribuan permata, karena Anda telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal.

Hari ini sadarilah, bahwa Anda bukanlah sebuah benih lagi. Anda adalah sebuah pohon dimana ada banyak orang yang bernaung.

"Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada- Nya."
(Mazmur 92:12-15)

"Masih Punya Stok kartu''




Apabila Anda bertemu dengan
seseorang yang melakukan
kesalahan, tapi tidak mau terima,
malah membuat Anda jengkel, apa
respons Anda? Apakah Anda akan
marah? Jika jawaban Anda, "Ya, saya pasti marah," silakan belajar dari
seorang wasit sepak bola, tokoh
humor kita kali ini. :) Tuhan memberkati.


>MASIH PUNYA STOK KARTU

Seorang pemain dipanggil wasit
karena melakukan pelanggaran
keras. Pemain itu kemudian diganjar
kartu kuning. "Kartu kuning
untukmu!" teriak si wasit sambil
mengacungkan kartu ke arah pemain itu.

"Apa yang bisa Anda lakukan jika
tidak ada kartu kuning?" tanya
pemain itu jengkel.

"Oh, kalau tidak ada kartu kuning,
aku masih punya tiga kartu merah
lagi di saku. Kamu mau?" kata si
wasit dengan tenang.

[Sumber diambil dari: footballjokes]


"Saudara-saudara, kalaupun
seorang kedapatan melakukan
suatu pelanggaran, maka kamu
yang rohani, harus memimpin orang
itu ke jalan yang benar dalam roh
lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan
kena pencobaan." (Galatia 6:1)

< http://humor.sabda.org>

"Apakah Anda cukup kuat??''




Ada kekuatan di dalam KASIH,
Dan orang yang mengasihi adalah
orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan
keinginannya untuk mementingkan
diri sendiri.

Ada kekuatan di dalam SUKACITA,
Dan orang yang memiliki sukacita
adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut
dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam DAMAI
SEJAHTERA,
Dan orang yang penuh damai
sejahtera adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
dan tidak mudah diombang- ambingkan.

Ada kekuatan di dalam KESABARAN,
Dan orang yang sabar adalah orang
yang kuat
Karena ia sanggup menanggung
segala sesuatu
dan ia tidak pernah merasa disakiti

Ada kekuatan di dalam KEMURAHAN,
Dan orang yang murah hati adalah
orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan
mulut
dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya Ada kekuatan di dalam KEBAIKAN,
Dan orang yang baik adalah orang
yang kuat
Karena ia selalu mampu melakukan
yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam KESETIAAN,
Dan orang yang setia adalah orang
yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan
kedagingan
dengan kesetiaannya kepada TUHAN dan sesama.
Ada kekuatan di dalam
KELEMAHLEMBUTAN,
Dan orang yang lemah lembut adalah
orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk
tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam PENGUASAAN
DIRI,
Dan orang yang bisa menguasai diri
adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan hawa
nafsunya.

"KISAH UANG Rp 1.000 DAN Rp100.000 "




Uang Rp 1.000 dan Rp 100.000
sama-sama terbuat
dari kertas, sama-sama dicetak
dan diedarkan oleh
Bank Indonesia (BI).
Ketika bersamaan mereka keluar
dan berpisah dari
Bank dan beredar di masyarakat,
4 bulan
kemudian mereka bertemu lagi
secara tidak
sengaja di dalam dompet
seorang pemuda.

Kemudian diantara kedua uang
tersebut terjadilah
percakapan;
Yang Rp 100. 000 bertanya
kepada Rp 1.000,
'Kenapa badan kamu begitu
lusuk, kotor dan bau
amis?
Rp 1.000 menjawab, 'Karena aku
begitu keluar dari
Bank langsung ditangan orang-
orang bawahan dari
tukang becak, tukang sayur,
penjual ikan dan
ditangan pengemis.'
Lalu Rp 1.000 bertanya balik
kepada Rp 100.000,
'Kenapa kamu kelihatan begitu
baru, rapi dan
masih bersih?'
Dijawabnya, 'Karena begitu aku
keluar dari Bank,
langsung disambut perempuan
cantik, dan
beredarnya pun di restoran
mahal, di mall dan
juga hotel-hotel berbintang serta
keberadaanku
selalu dijaga dan jarang keluar
dari dompet.'

Lalu Rp 1.000 bertanya lagi,
'Pernahkah engkau
mampir di tempat ibadah?'
Dijawablah, 'Belum pernah'
Rp 1.000 pun berkata lagi,
'Ketahuilah walaupun
aku hanya Rp 1.000, tetapi aku
selalu mampir di
seluruh tempat ibadah, dan
ditangan anak-anak
yatim piatu dan fakir miskin
bahkan aku selalu
bersyukur kepada Tuhan. Aku
tidak dipandang
bukan sebuah nilai, tetapi adalah
sebuah manfaat.'
Akhirnya menangislah Rp
100.000 karena merasa
besar, hebat, tinggi tetapi tidak
begitu bermanfaat
selama ini.

Jadi bukan seberapa besar
penghasilan kita, tetapi
seberapa bermanfaat
penghasilan kita pakai untuk
ke jalan yang benar.
Karena kekayaan bukanlah untuk
kesombongan !

"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka." (1 Timotius 6:10).

''KETIKA TUHAN BERKATA: "TIDAK !"




Ya Tuhan, tolong ambil kesombonganku dari diriku.
Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkan nya."

Ya Tuhan, sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Tuhan, beri aku kesabaran.
Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri ."

Ya Tuhan, beri aku kebahagiaan.
Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri. "

Ya Tuhan, jauhkan aku dari kesusahan.
Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan, beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan, bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan dan bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah. Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir
dengan penolakan dan kegagalan, sementara orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa bahwa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang
paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkan nya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way. We won't know what is HIS plan, but one thing we have to believe HE always give us the best way eventhough it will hurt us.